1. batu alam itu unik. Batu alam yang telah ditambang dalam jumlah blok-blok besar dan dipotong sesuai kebutuhan permintaan perusahaan. Ukuran lempeng batu alam cukup terbatas jika dipotong dari satu blok kasar dan tidak pada dimensi standar produksi. Ukurannya nanti dapat disesuaikan sendiri sesuai perencanaan. Setiap ukuran, bentuk dapat dihasilkan, tidak hanya berbentuk kotak atau persegi panjang. Mesin modern dapat menatah pembentukan batu alam. Variasi batu alam, pemrosesan tunggal, dan desain memungkinkan mendirikan keunikan akan material bangunan dan hunian.
  2. Batu alam bertahan lama. Sedangkan banyak material bangunan ketika sudah termakan usia mulai tidak sedap dipandang mata, batu alam memeliraha platina alamiah yang tidak merugikan keindahan akan batu alam itu sendiri. Banyak batu alam yang terlihat seperti anggur, semakin tua semakin bagus. Keanggunan batu mencapai puncaknya ketika sudah dipakai bertahun-tahun. Batu alam juga sangat mudah dibersihkan dengan murah dan singkat. Bahkan lantai kuno yang bermaterialkan batu alam dapat dipulihkan ke kondisi semula. Umur asli dari batu alam sangat-sangat panjang. Dengan bantuan perencanaan dan konstruksi yang tepat, bangunan bermaterial batu alam telah dikenal dapat bertahan ribuan tahun. Sperti kuil di Yunani dan beberapa bangunan di Roma.
  3. Batu alam berbentuk 3 dimensi. Berbagai bentuk batu yang diinginkan dapat diproduksi seperti memproduksi tiap lempeng batu pada umumnya. Alur penggilingan dan peniupan pada permukaan batu dapat menghadirkan pencayahaan dan efek bayangan yang menarik. Seperti pada proses lempengan batu alam memancarkan kekuatan dan kerekatan ketika di temple pada fasad bangunan. Komponen keras seperti cetakan, rangka, dan pilar, memuluskan estetik akan bangunan.
  4. Batu alam dipatok dengan harga”menarik”. Apabila total pembiayaan material bangunan dipertibangkan untuk jangka waktu 30 tahun lamanya, sebuah penelitian pada bangunan memperlihatkan bahwa biaya penggunaan batu alam tidak lebih mahal dari material bangunan sintetis yang setara. Secara keseluruhan biaya tinggi menggantikan dan mencakup biaya pemeliharaan jangka panjang yang rendah dan dalam waktu yang lama. Biaya untuk membersihkan dan memelihara rutin batu alam sangat terjangkau dan murah.
  5. Batu alam secara fisik terbilang praktis. Batu alam memiliki daya pengantar panas yang sangat baik dan dapat menyimpan panas secara besar. Batu alam sebagai fasad atau muka bangunan menyerap pancaran panas oleh matahari dan mencegah pemanasan suhu tak terduga bagi bangunan. Sebuah percobaan menampilkan kekuatan yg dibutuhkan 100-150 kWh/ m2 untuk bangunan bertingkat dengan fasad batu, sedangkan kekuatan yang dibutuhkan 300-700kWh/m2 untuk kepentingan panas dan pendinginan fasad bangunan yang terusun atas kaca.
  6. batu alam dikenal sangat tahan lama. Daya tahan tekanan tinggi dari banyak batu alam telah memebrikan reputasi batu alam sebagai material bangunan yang paling kokoh. Hanya besi anti karat yang biaya produksinya mahal dapat menyaingi ketahanan akan batu alam. Batu alam juga dikenal sebagai material dengan tingkat gores yang rendah dalam menutupi lantai, tentunya ketika sudah melewati proses poles dan kristalisasi. Batu alam memperlihatkan penampilan yang konsisten walau telah digunakan selama satu decade lebih.
sejarah-marmer-granit
sejarah-marmer-granit

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>