manfaat-limbah-marmer

marmergranitmurah.com – Pada masa sekarang perkembangan teknologi diberbagai bidang telah berkembang dengan pesat. Tak hanya dibidang ilmu pengetahuan dan informasi, dibidang konstruksi juga telah berkembang dengan pesat. Sejumlah penelitian teknologi konstruksi terus dikembangkan dengan tujuan dapat menghasilkan teknologi konstruksi yang tepat guna, mudah dalam pengerjaan, serta efisien dalam pembiayaan mengolah limbah agar tidak menjadi pencemaran. Berdasarkan hal tersebut beberapa peneliti melakukan penelitian bagaimana pemanfaatan limbah pengolahan marmer oleh masyarakat beserta dampak yang ditimbulkan.

Menurut Mulyono (2003), beton merupakan fungsi dari bahan penyusunnya yang terdiri dari bahan semen hidrolik (Portland semen), agregat kasar, agregat halus , air, dan bahan tambah (admixture atau additive).
Berdasarkan marmer granit murah, Parameter-parameter yang mempengaruhi kekuatan beton adalah:

  1. Kualitas semen
  2. Proporsi semen dalam campuran beton
  3. Kekuatan dan kebersihan agregat
  4. Ikatan antara pasta semen dengan agregat
  5. Penca mpuran yang cukup dari bahanpembentuk beton
  6. Pemadatan beton dan perawatan

Berdasarkan buku petunjuk praktikum Teknologi Beton Universitas Muhammadiyah Malang (2010), kekuatan tekan beton adalah beban per satuan luas yang menyebabkan beton hancur. Tjokrodimulyo (1996: 59) menjelaskan bahwa “Dalam teori teknologi beton dijelaskan bahwa faktor-faktor yang sangat mempengaruhi kekuatan beton adalah : faktor air semen dan kepadatan, umur beton, jenis semen, jumlah semen, dan sifat agregat”.Berdasarkan rumus diatas dapat dilihat bawa kuat tekan beton akan semakin tinggi bila luas penampang tekan semakin besar, dan juga faktor air semen juga sangat menentukan daripada kuat tekan. Untuk itu perlu dicari nilai faktor air semen (fas) yang optimum yang menghasilkan kuat tekan yang maksimum.

pemanfaatan-limbah-batu-marmer
pemanfaatan-limbah-batu-marmer

Limbah marmer adalah Limbah yang didapat dari pengolahan batuan (blok) marmer menjadi ubin sehingga menjadi limbah marmer yang berbentuk bubuk dan mengalami tahapan-tahapan. Blok pemotongan (block cutting), untuk memotong blok mamer menjadi slab. Lembaran slab ini kemudian di potong pada bagian kedua ujungnya agar rata (cross cutting), selanjutnya slab ini dipotong/diratakan pada salah satu permukaannya sesuai ukuran yang di inginkan (calibrating). Hasil dari perataan permukaan ini yang masih mempunyailubang-lubang kecil ditutupi dengan menggunakan dempul.untuk melicinkan permukaan yang sudah didempul kemudian di lakukan proses poles (polishing). slab yang mengkilap ini di potong-potong sesuai ukuran yang di kehendak.akhirnya menghasilkan produk marmer di samping itu juga menghasilkan limbah cair serta limbah potongan marmer,dalam proses pengolahan marmer ini menggunakan air sebanyak 1000 liter/menit melalui proses sirkulasi air sehingga mengeluarkan limbah cair yang melalui saluran ke kolam, setelah mengalami pengendapan, maka air dan bubuk marmer terpisah. (ferriyal: 2005).

Laston atau lapisan aspal beton merupakan campuran antara agregat dengan bahan pengikat (aspal) yang diproses secara panas, dihampar dan dipadatkan pada suhu tertentu. Material agregat kasar batu merupakan sumber daya alam yang semakin lama akan habis dan tidak dapat diperbarui. Oleh karena itu dibutuhkan alternatif bahan pengganti material agregat kasar yaitu menggunakan limbah batu marmer.

Limbah batu marmer adalah sisa limbah yang dihasilkan pada saat proses pengolahan batu marmer yang tidak dimanfaatkan.Perlu dilakukan suatu upaya pemanfaatan limbah batu marmer menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat, salah satunya digunakan sebagai bahan alternative agregat kasar pada campuran laston. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemanfaatan limbah batu marmer terhadap karakteristik Marshall pada campuran lapisan aspal beton (LASTON) sebagai pengganti sebagian agregat kasar dan untuk mengetahui proporsi limbah batu marmer (optimum) pada campuran laston dengan limbah batu marmer sebagai pengganti sebagian agregat kasar terbaik.

Penelitian skala laboratorium campuran Laston yaitu dengan pengujian marshall Standart dan Marshall Immesion tanpa modifikasi dimana kadar aspal yang digunakan adalah 4,5%; 5%; 5,5%; 6%; 6,5%; 7%; 7,5% terhadap berat total agregat. Analisa Marshall yang telah dilakukan didapatkan nilai kadar aspal optimum sebesar 6,85% untuk campuran Laston dengan agregat halus limbah pecahan marmer, sedangkan untuk campuran yang beragregat batu pecah sebesar 6,9%. (Istikhomah 2005). Di Indonesia biasa menggunakan 2 jenis konstruksi perkerasan yaitu konstruksi perkerasan lentur (flexible pavement) dan perkerasan kaku (rigid pavement), Konstruksi perkerasan lentur ya itu per kerasan yang menggunakan aspal sebagai bahan pengikat.

Lapisan-lapisannya bersifat memikul dan menyebarkan beban lalu lintas ke tanah dasar dan konstruksi perkerasan kaku yaitu perkerasan yang menggunakan semen PC (Portland cement) sebagai bahan pengikat. Plat beton dengan atau tanpa tulangan diletakan diatas tanah dasar dengan atau tanpa lapisan pondasi bawah, Sukirman (2003). Limbah batu marmer merupakan sisa limbah yang dihasilkan pada proses pengolahan batu marmer yang tidak dimanfaatkan. Tjangroe, dkk,(2006)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>