Sejarah Singkat Marmer dan Granit Part II

Sejarah bergerak tak lama dari benua Afrika, sebuah peradaban besar eropa juga menasbihkan kekuasaannya dengan berbagai kerajinan batu. Yunani mengembangkan dan membawa wujud batu alam pada tingkatan baru di hierarki arsitektural. Menggunakan marmer , Yunani mendirikan Kuil Artemisia. Kuil Artemis diyakini sebagai bangunan besar pertama yang seluruh materialnya menggunakan marmer. Kuil tersebut masih hadir dalam bentuk puing-puing akibat penjajahan dan perang yang melibatkan Yunani. Pemikiran masayrakat Yunani akan bangunan-bangunan untuk para dewa-dewinya melahirkan struktur arsitektural menakjubkan lainnya seperti Parthenon, Theseum, dan Kuil Zeus. Hingga hari ini marmer yang dulunya menyusun bangunan-bangunan tersebut masih terus ditambang dibawah daban komersil bernama Dionyssomarble.

Masyarakat Yunani merupakan peradaban yang menerapkan batu alam pada interior rumah , dan banyak diperlihatkan lewat kolam dan bak mandi yang dibentuk dari marmer. Referensi tersebut menunjukan marmer masih terus ditambang dan diperjualbelika hingga saat ini.

Peradaban lain yang tidak kalah asing adalah Bangsa Romawi. Romawi kuno berkembang di awal abad pertama dengan berbagai kemegahan struktur kotanya. Masyarakat Romawi memadukan dua batu alam yaitu marmer dan granite. Para insinyur pada masa itu setuju untuk menggunakan granite sebagai paving blok terbaik di jalan-jalan kota. Selain itu bak mandi publik juga bermaterial dasar granit serta masih banyak lagi perabot serta bagian sudut Romawi yang dihiasi granite. Granit juga dibentuk menjadi kolom-kolom bangunan megah seperti yang dapat dilihat pada bangunan Pantheon di Roma,Italia.

Bangsa Romawi memakai granite karena memiliki daya tahan yang belum tertandingi oleh struktur bangunan lain saat itu, berbeda dengan marmer yang lebih diagungkan karena keindahannya. Raja Augustus Caesar berpesan sesuatu saat menguasai sebuah kota, “Aku menemukan kota batu, dan Aku meninggalkannya sebagai kota marmer.” Berbeda dengan Yunani, Bangsa Romawi membentuk struktur bangunan dengan batu bata dengan adukan semen yang kokoh, dan dilapis dengan lempengan marmer. Mereka tidak terlalu menyukai menggunakan blok raksasa dari marmer untuk infrastruktur utama, sehingga memakan waktu lebih cepat. Teknik Bangsa Romawi ini masih diterapkan oleh bangunan-bangunan di berbgaai belahan dunia.

Bangsa Romawi menambang marmer dan granite diseluruh pelosok Negara, tetapi seringkali menemukan marmer paling indah datang dari Yunani. Mereka bersyukur akan marmer Cipollino milik Karystos karena hijaunya yang memesona. Selama masa Renaisans, penambangan dan teknik pengolahan berkembang lebih baik sehingga dapat menerapkan marmer dan granite lebih intensif pada rumah, sebagaimana turut digunakan pada gereja, masjid,monument, dan bangunan lainnya. Batu alam selalu dipakai untuk material bak mandi dan lantai hingga akhirnya mulai dikembangkan pada dapur pada era modern.

168951-120-605E6339

Sejarah Singkat Marmer dan Granit Part I

Lima ribu tahun merupakan waktu yang sangat panjang. Saking lamanya manusia kesulitan memahami dengan segera. Tetapi tidak untuk monumen yang berbahan dasar batu alam yang masih dapat berdiri kokoh sejak 5000 tahun lalu. Ini merupakan bukti nyata akan ketahanan dan kuatnya keindahan yang terdapat pada batu alam.

Sebutan marmer yang orang awam dengar diserap dari bahasa Yunani yaitu ‘mur’ atau ‘murmur’atau ‘murmurous’ yang bermakna batu mengkilap. Marmer merupakan jenis batu kapur yang mengalami kritalisasi dari batuan mineral kalsit dan dolomit. Marmer paling terkenal memiliki tambang di Tuscany, Italia, khusunya wilayah Carrara. Walaupun memiliki banyak corak dan warna, marmer yang sangat familiar di mata orang-orang ialah Marmer Carrara dan Calacatta. Marmer Carrara dikenal sebagai batu yang digunakan salah satu seniman  Renaisans , Michelangelo  untuk membuat patung fenomenalnya yaitu patung “David”. Marmer Carrara dipertimbangkan karena putihnya, biasanya lebih ramping, dan memiliki garis pembuluh biru keabu-abuan. Sebaliknya , marmer calcatta tampak lebih putih dari carrara, dengan biru sedikit daripada abu-abu, dan berkali lipat bewarna krem atau emas dalam lekuk pembuluhnya. Meskipun begitu marmer Calacatta ditambang di wilayah Carrara di Tuscany,Italia. Marmer Calacatta termasuk marmer langka dan sulit ditemukan sehingga lebih mahal.

Lima ribu tahun merupakan waktu yang sangat panjang. Saking lamanya manusia kesulitan memahami dengan segera. Tetapi tidak untuk monumen yang berbahan dasar batu alam yang masih dapat berdiri kokoh sejak 5000 tahun lalu. Ini merupakan bukti nyata akan ketahanan dan kuatnya keindahan yang terdapat pada batu alam.

Rakyat Mesir Kuno merupakan peradaban pertama yang mulai khusus menambang dan membangun segala sesuatu dengan batu alam. Mereka mendirikan hamper semua monumen bersejarah dari granite dan gamping. Piramida Giza , adalah satu-satunya bukti sejarah akan kehebatan peradaban kuno yang tersusun dari batu-batu gamping raksasa sekitaran 2560 SM. Pengunjung pyramid selalu dibuat kagum akan ukurannya, tetapi menyadari bahwa bentuk terdiri atas blok blok kasar. Masyarakat mesir kuno bahkan sudah memiliki sensitivitas estetis , keinginan kuat untuk mendirikan piramid dalam susunan sempurna bertatahkan batu-batu yang telah dibentuk rapih. Menerawang kedalam piramid, penampakan interior ruang pemakaman para raja mesir atau makam firáun juga terdiri atas granit yang dipotong sangat sempurna sehingga sepotong kertas pun tidak dapat melewati selahnya. Tampaknya masyarakat Mesir Kuno telah banyak melabuhkan rahasia kerajinan-kerajinan batu.

Arsitektural bangsa Kuno