10 Alasan menggunakan Batu Alam sebagai interior Hunian Anda Bagian II

  1. batu alam itu unik. Batu alam yang telah ditambang dalam jumlah blok-blok besar dan dipotong sesuai kebutuhan permintaan perusahaan. Ukuran lempeng batu alam cukup terbatas jika dipotong dari satu blok kasar dan tidak pada dimensi standar produksi. Ukurannya nanti dapat disesuaikan sendiri sesuai perencanaan. Setiap ukuran, bentuk dapat dihasilkan, tidak hanya berbentuk kotak atau persegi panjang. Mesin modern dapat menatah pembentukan batu alam. Variasi batu alam, pemrosesan tunggal, dan desain memungkinkan mendirikan keunikan akan material bangunan dan hunian.
  2. Batu alam bertahan lama. Sedangkan banyak material bangunan ketika sudah termakan usia mulai tidak sedap dipandang mata, batu alam memeliraha platina alamiah yang tidak merugikan keindahan akan batu alam itu sendiri. Banyak batu alam yang terlihat seperti anggur, semakin tua semakin bagus. Keanggunan batu mencapai puncaknya ketika sudah dipakai bertahun-tahun. Batu alam juga sangat mudah dibersihkan dengan murah dan singkat. Bahkan lantai kuno yang bermaterialkan batu alam dapat dipulihkan ke kondisi semula. Umur asli dari batu alam sangat-sangat panjang. Dengan bantuan perencanaan dan konstruksi yang tepat, bangunan bermaterial batu alam telah dikenal dapat bertahan ribuan tahun. Sperti kuil di Yunani dan beberapa bangunan di Roma.
  3. Batu alam berbentuk 3 dimensi. Berbagai bentuk batu yang diinginkan dapat diproduksi seperti memproduksi tiap lempeng batu pada umumnya. Alur penggilingan dan peniupan pada permukaan batu dapat menghadirkan pencayahaan dan efek bayangan yang menarik. Seperti pada proses lempengan batu alam memancarkan kekuatan dan kerekatan ketika di temple pada fasad bangunan. Komponen keras seperti cetakan, rangka, dan pilar, memuluskan estetik akan bangunan.
  4. Batu alam dipatok dengan harga”menarik”. Apabila total pembiayaan material bangunan dipertibangkan untuk jangka waktu 30 tahun lamanya, sebuah penelitian pada bangunan memperlihatkan bahwa biaya penggunaan batu alam tidak lebih mahal dari material bangunan sintetis yang setara. Secara keseluruhan biaya tinggi menggantikan dan mencakup biaya pemeliharaan jangka panjang yang rendah dan dalam waktu yang lama. Biaya untuk membersihkan dan memelihara rutin batu alam sangat terjangkau dan murah.
  5. Batu alam secara fisik terbilang praktis. Batu alam memiliki daya pengantar panas yang sangat baik dan dapat menyimpan panas secara besar. Batu alam sebagai fasad atau muka bangunan menyerap pancaran panas oleh matahari dan mencegah pemanasan suhu tak terduga bagi bangunan. Sebuah percobaan menampilkan kekuatan yg dibutuhkan 100-150 kWh/ m2 untuk bangunan bertingkat dengan fasad batu, sedangkan kekuatan yang dibutuhkan 300-700kWh/m2 untuk kepentingan panas dan pendinginan fasad bangunan yang terusun atas kaca.
  6. batu alam dikenal sangat tahan lama. Daya tahan tekanan tinggi dari banyak batu alam telah memebrikan reputasi batu alam sebagai material bangunan yang paling kokoh. Hanya besi anti karat yang biaya produksinya mahal dapat menyaingi ketahanan akan batu alam. Batu alam juga dikenal sebagai material dengan tingkat gores yang rendah dalam menutupi lantai, tentunya ketika sudah melewati proses poles dan kristalisasi. Batu alam memperlihatkan penampilan yang konsisten walau telah digunakan selama satu decade lebih.
sejarah-marmer-granit
sejarah-marmer-granit

 

10 Alasan menggunakan Batu Alam sebagai interior Hunian Anda .Bagian I

Seringkali pemilik rumah dibuat bingung dalam menentukan material batu alam untuk dapur,lantai, dan kamar mandi. Begitu banyak motif, penyesuaian warna, harga yang pas dan alas an lainnya merupakan aspek umum yang banyak membuat dilema dalam menentukan pilihan material pada meja,lantai,dapur, dan kamar mandi.Untuk mengurangi banyaknya pertimbangan Anda dalam memilih batu alam mana yang lebih unggul dan spesifikasi mana yang cocok untuk Anda, kami akan memberikan 10 alasan mengapa batu alam lebih unggul dibanding material lain seperti ubin, campuran polyester-aklirik, Formica, Kayu, dan coran. Berikut alasan dari pengembang dan arsitek ternama di Amerika Serikat mengapa batu alam harus menjadi pilihan utama dalam interior bangunan Anda.

  1. Batu Alam merupakan produk yang dapat membangun suasana hunian lewat ciri khas dari tiap jenis dan ikatan mineral yang terkandung pada batu tersebut. Batu alam akan hadir paling menonjol disetiap sudut hunian Anda dibanding material lain. Komponen batu alam merupakan spesimen unik yang dimana dapat dicampur satu sama lain dan dengan berbagai substansi organik lain.
  2. Batu Alam sangat berkesan Ekologis. Ekologis dalam arti bahwa semua visual permukaan yang dihadirkan merupakan pola dan eksistensi alamiah yang terbentuk dengan sendirinya . Tidak ada campuran dan usaha khusus dalam proses pembuatannya di alam. usaha yang dibutuhkan hanya saat menambangnya dan memrosesnya menjadi barang jadi, dan usaha yang dibutuhkan tidak sebesar usaha saat memproduksi material bangunan yang lain. Pada umumnya batuan dieksrak dari perut bumi dari pertambagan yang relative kecil tanpa melibatkan proses peledakan apapun. Limbah batuan dapat digunakan sebagai penambal kembali bagian tambang tempat batu tadi diekstrak. Tidak ada bagian batu alam yang terbuang dalam proses penambangannya, produksinya, dan selalu dikembalikan kea lam untuk regenerasi selanjutnya.
  3. Batu Alam juga cocok untuk lingkungan. Sebagaimana material alamiah sebuah bangunan, batu lam tidak sedikit pun mengandung polutan yangd apat merusak kesehatan. Batu alam dapat digunakan secara aman di area makan. Batu alam juga tidak melepas suatu subtansi berbahaya bagi kesehatan ketika terjadi kebakaran. Batu alam tidak membutuhkan bahan kimia seperti lapisan pelindung, anti serap atau pelapis sebelum benar-benar akan digunakan sebagai material bangunan dan hunian.
  4. Batu alam memiliki beragam penampilan. Tidak ada material bangunan yang memiliki banyak variasi warna berbeda dan terstruktur sebagai batuan alam. Berbagai permukaan batu alam yang telah dibentuk pada umumnya menjadikan varietas yang terbatas. Meskipu begitu pengembang dan arsitek memiliki pemetaan spektrum pilihan yang dapat menyesuaikan dengan suasana yang diinginkan. Batu alam sering dipilih berdasarkan tampilannya yang menarik dan kualitas teknisnya semata. Pada umumnya batu alam banyak menyediakan variasi warna yang beragam, struktur pola dan tekstur yang bermacam-macam. Pada hakekatnya kesesuaian batu alam yang tersedia untuk material bangunan dan hunian ditentukan sense yang tepat.

lantai-marmer-granit-rumah

Sejarah Singkat Marmer dan Granit Part II

Sejarah bergerak tak lama dari benua Afrika, sebuah peradaban besar eropa juga menasbihkan kekuasaannya dengan berbagai kerajinan batu. Yunani mengembangkan dan membawa wujud batu alam pada tingkatan baru di hierarki arsitektural. Menggunakan marmer , Yunani mendirikan Kuil Artemisia. Kuil Artemis diyakini sebagai bangunan besar pertama yang seluruh materialnya menggunakan marmer. Kuil tersebut masih hadir dalam bentuk puing-puing akibat penjajahan dan perang yang melibatkan Yunani. Pemikiran masayrakat Yunani akan bangunan-bangunan untuk para dewa-dewinya melahirkan struktur arsitektural menakjubkan lainnya seperti Parthenon, Theseum, dan Kuil Zeus. Hingga hari ini marmer yang dulunya menyusun bangunan-bangunan tersebut masih terus ditambang dibawah daban komersil bernama Dionyssomarble.

Masyarakat Yunani merupakan peradaban yang menerapkan batu alam pada interior rumah , dan banyak diperlihatkan lewat kolam dan bak mandi yang dibentuk dari marmer. Referensi tersebut menunjukan marmer masih terus ditambang dan diperjualbelika hingga saat ini.

Peradaban lain yang tidak kalah asing adalah Bangsa Romawi. Romawi kuno berkembang di awal abad pertama dengan berbagai kemegahan struktur kotanya. Masyarakat Romawi memadukan dua batu alam yaitu marmer dan granite. Para insinyur pada masa itu setuju untuk menggunakan granite sebagai paving blok terbaik di jalan-jalan kota. Selain itu bak mandi publik juga bermaterial dasar granit serta masih banyak lagi perabot serta bagian sudut Romawi yang dihiasi granite. Granit juga dibentuk menjadi kolom-kolom bangunan megah seperti yang dapat dilihat pada bangunan Pantheon di Roma,Italia.

Bangsa Romawi memakai granite karena memiliki daya tahan yang belum tertandingi oleh struktur bangunan lain saat itu, berbeda dengan marmer yang lebih diagungkan karena keindahannya. Raja Augustus Caesar berpesan sesuatu saat menguasai sebuah kota, “Aku menemukan kota batu, dan Aku meninggalkannya sebagai kota marmer.” Berbeda dengan Yunani, Bangsa Romawi membentuk struktur bangunan dengan batu bata dengan adukan semen yang kokoh, dan dilapis dengan lempengan marmer. Mereka tidak terlalu menyukai menggunakan blok raksasa dari marmer untuk infrastruktur utama, sehingga memakan waktu lebih cepat. Teknik Bangsa Romawi ini masih diterapkan oleh bangunan-bangunan di berbgaai belahan dunia.

Bangsa Romawi menambang marmer dan granite diseluruh pelosok Negara, tetapi seringkali menemukan marmer paling indah datang dari Yunani. Mereka bersyukur akan marmer Cipollino milik Karystos karena hijaunya yang memesona. Selama masa Renaisans, penambangan dan teknik pengolahan berkembang lebih baik sehingga dapat menerapkan marmer dan granite lebih intensif pada rumah, sebagaimana turut digunakan pada gereja, masjid,monument, dan bangunan lainnya. Batu alam selalu dipakai untuk material bak mandi dan lantai hingga akhirnya mulai dikembangkan pada dapur pada era modern.

168951-120-605E6339