Sejarah Singkat Marmer dan Granit Part III

Beberapa tempat di Indonesia yang menjadi pusat tambang marmer adalah Tulungagung, Lampung, Jawa Tengah, Bandung, DI Yogyakarta, Kalimantan, Bangka, Papua, Kupang, Poso, Sumatra Barat, dan Sulawesi Selatan.Tulungagung  menjadi  penghasil marmer tertua di Indonesia dan Sulawesi Selatan menjadi penghasil marmer terbaik saat ini. sejarah pengrajin marmer Tulungagung dimulai saat marmer ditemukan pada tahun 1934 oleh penajajah Hindia Belanda di sebuah Desa Besole Kecamatan Besuki. Sejarah Tulung Agung mencatat wilayah tersebut sebagai sebutan Under-District Wajak dan dulu sudah sering tercatat bahwa pertambangan marmer pertama itu terletak di Desa Wajak, Tulungagung. Setelah terjadi pemekaran di tahun 1972 , Desa – desa mulai melepas diri dari cakupan wilayah under-district Wajak.

Di Indonesia sendiri perkembangan marmer sudah berkembang pesat dan telah banyak menerapkan keilmuan marmer barat dalam mengolah menjadi bagian dari perkembangan arsitektural monumental hingga interior hunian sederhana masyarakat saat ini. Marmer dan granit mulai dipertimbangkan dalam lingkup hunian masyarakat modern mengakar dari peradaban Indonesia Kuno yang juga tidak kalah dengan bangsa lain saat itu. Walaupun tidak banyak latar penggunaan marmer pada masa lampau. Pemikiran dan selera masyarakat mulai mengikuti era globalisasi yang mulai berpikir praktis ,sederhana, tetapi tetap elegan dan memiliki daya estetis sesuai kepribadian masing-masing.

Marmer dan Granit hadir menjadi komoditi megah dan eklusif di tanah air. Mengingat Indonesia memiliki tambang unggul dan tidak kalah dengan tambang lain dari Cina maupun Eropa. Indonesia menampilkan olahan batunya dengan keindahannya sendiri. Pertimbangan lain penggunaan marmer saat ini ialah waktu me-maintenance menjadi lebih sedikit karena daya tahan marmer dan granit yang cukup lama dan tidak mudah berlumut dan kotor seperti tembok semen pasir pada umumnya.

mining

Sejarah Singkat Marmer dan Granit Part II

Sejarah bergerak tak lama dari benua Afrika, sebuah peradaban besar eropa juga menasbihkan kekuasaannya dengan berbagai kerajinan batu. Yunani mengembangkan dan membawa wujud batu alam pada tingkatan baru di hierarki arsitektural. Menggunakan marmer , Yunani mendirikan Kuil Artemisia. Kuil Artemis diyakini sebagai bangunan besar pertama yang seluruh materialnya menggunakan marmer. Kuil tersebut masih hadir dalam bentuk puing-puing akibat penjajahan dan perang yang melibatkan Yunani. Pemikiran masayrakat Yunani akan bangunan-bangunan untuk para dewa-dewinya melahirkan struktur arsitektural menakjubkan lainnya seperti Parthenon, Theseum, dan Kuil Zeus. Hingga hari ini marmer yang dulunya menyusun bangunan-bangunan tersebut masih terus ditambang dibawah daban komersil bernama Dionyssomarble.

Masyarakat Yunani merupakan peradaban yang menerapkan batu alam pada interior rumah , dan banyak diperlihatkan lewat kolam dan bak mandi yang dibentuk dari marmer. Referensi tersebut menunjukan marmer masih terus ditambang dan diperjualbelika hingga saat ini.

Peradaban lain yang tidak kalah asing adalah Bangsa Romawi. Romawi kuno berkembang di awal abad pertama dengan berbagai kemegahan struktur kotanya. Masyarakat Romawi memadukan dua batu alam yaitu marmer dan granite. Para insinyur pada masa itu setuju untuk menggunakan granite sebagai paving blok terbaik di jalan-jalan kota. Selain itu bak mandi publik juga bermaterial dasar granit serta masih banyak lagi perabot serta bagian sudut Romawi yang dihiasi granite. Granit juga dibentuk menjadi kolom-kolom bangunan megah seperti yang dapat dilihat pada bangunan Pantheon di Roma,Italia.

Bangsa Romawi memakai granite karena memiliki daya tahan yang belum tertandingi oleh struktur bangunan lain saat itu, berbeda dengan marmer yang lebih diagungkan karena keindahannya. Raja Augustus Caesar berpesan sesuatu saat menguasai sebuah kota, “Aku menemukan kota batu, dan Aku meninggalkannya sebagai kota marmer.” Berbeda dengan Yunani, Bangsa Romawi membentuk struktur bangunan dengan batu bata dengan adukan semen yang kokoh, dan dilapis dengan lempengan marmer. Mereka tidak terlalu menyukai menggunakan blok raksasa dari marmer untuk infrastruktur utama, sehingga memakan waktu lebih cepat. Teknik Bangsa Romawi ini masih diterapkan oleh bangunan-bangunan di berbgaai belahan dunia.

Bangsa Romawi menambang marmer dan granite diseluruh pelosok Negara, tetapi seringkali menemukan marmer paling indah datang dari Yunani. Mereka bersyukur akan marmer Cipollino milik Karystos karena hijaunya yang memesona. Selama masa Renaisans, penambangan dan teknik pengolahan berkembang lebih baik sehingga dapat menerapkan marmer dan granite lebih intensif pada rumah, sebagaimana turut digunakan pada gereja, masjid,monument, dan bangunan lainnya. Batu alam selalu dipakai untuk material bak mandi dan lantai hingga akhirnya mulai dikembangkan pada dapur pada era modern.

168951-120-605E6339

Sejarah Singkat Marmer dan Granit Part I

Lima ribu tahun merupakan waktu yang sangat panjang. Saking lamanya manusia kesulitan memahami dengan segera. Tetapi tidak untuk monumen yang berbahan dasar batu alam yang masih dapat berdiri kokoh sejak 5000 tahun lalu. Ini merupakan bukti nyata akan ketahanan dan kuatnya keindahan yang terdapat pada batu alam.

Sebutan marmer yang orang awam dengar diserap dari bahasa Yunani yaitu ‘mur’ atau ‘murmur’atau ‘murmurous’ yang bermakna batu mengkilap. Marmer merupakan jenis batu kapur yang mengalami kritalisasi dari batuan mineral kalsit dan dolomit. Marmer paling terkenal memiliki tambang di Tuscany, Italia, khusunya wilayah Carrara. Walaupun memiliki banyak corak dan warna, marmer yang sangat familiar di mata orang-orang ialah Marmer Carrara dan Calacatta. Marmer Carrara dikenal sebagai batu yang digunakan salah satu seniman  Renaisans , Michelangelo  untuk membuat patung fenomenalnya yaitu patung “David”. Marmer Carrara dipertimbangkan karena putihnya, biasanya lebih ramping, dan memiliki garis pembuluh biru keabu-abuan. Sebaliknya , marmer calcatta tampak lebih putih dari carrara, dengan biru sedikit daripada abu-abu, dan berkali lipat bewarna krem atau emas dalam lekuk pembuluhnya. Meskipun begitu marmer Calacatta ditambang di wilayah Carrara di Tuscany,Italia. Marmer Calacatta termasuk marmer langka dan sulit ditemukan sehingga lebih mahal.

Lima ribu tahun merupakan waktu yang sangat panjang. Saking lamanya manusia kesulitan memahami dengan segera. Tetapi tidak untuk monumen yang berbahan dasar batu alam yang masih dapat berdiri kokoh sejak 5000 tahun lalu. Ini merupakan bukti nyata akan ketahanan dan kuatnya keindahan yang terdapat pada batu alam.

Rakyat Mesir Kuno merupakan peradaban pertama yang mulai khusus menambang dan membangun segala sesuatu dengan batu alam. Mereka mendirikan hamper semua monumen bersejarah dari granite dan gamping. Piramida Giza , adalah satu-satunya bukti sejarah akan kehebatan peradaban kuno yang tersusun dari batu-batu gamping raksasa sekitaran 2560 SM. Pengunjung pyramid selalu dibuat kagum akan ukurannya, tetapi menyadari bahwa bentuk terdiri atas blok blok kasar. Masyarakat mesir kuno bahkan sudah memiliki sensitivitas estetis , keinginan kuat untuk mendirikan piramid dalam susunan sempurna bertatahkan batu-batu yang telah dibentuk rapih. Menerawang kedalam piramid, penampakan interior ruang pemakaman para raja mesir atau makam firáun juga terdiri atas granit yang dipotong sangat sempurna sehingga sepotong kertas pun tidak dapat melewati selahnya. Tampaknya masyarakat Mesir Kuno telah banyak melabuhkan rahasia kerajinan-kerajinan batu.

Arsitektural bangsa Kuno

Pertimbangan Pemilihan Marmer pada Interior Kamar Mandi

Marmer telah banyak digunakan oleh para pengrajin berabad-abad untuk menghiasi lantai istana, atap, dan dinding. Meskipun marmer sesekali menyiratkan kemahsyuran dan elegansi kerajaan ,  Pada saat ini pemakaian marmer seperti pada lantai mulai merambah pada hunian modern tanpa melihat pamor kedudukan seperti beberapa abad sebelumnya ,  tak terkecuali interior kamar mandi.

Pertanyaannya, Haruskah?

Karena jumlah marmer yang terbatas di berbagai belahan bumi tidak terkecuali Indonesia, sulitnya mencari kualitas marmer untuk proyek desain hunian menjadi sangat sulit. Maka dari itu ada beberapa pro dan kontra akan material indah ini, dan beberapa perihal yang harus dicermati ketika Anda mempertimbangkan marmer untuk menjadi dekorasi di kamar mandi Anda. Hal pertama Anda harus memahami dulu marmer secara umum.

Marmer Secara Umum. Marmer merupakan batuan metaphor yang telah banyak digunakan selama ribuan tahun. Setiap bagian marmer berbeda satu sama lain , keragaman pola garis dan warna menjadi pertimbangan komposisi terbaik dalam menyesuaikan sifat interior. Lantai marmer bisa jadi tidak sememikat penampilannya bergantung tipe dan kualitas marmer yang Anda beli. Marmer kualitas tinggi memiliki setiap adukan warna dan jaringan-jaringan lembut. Sebaga contoh lihat penampilan kamr mandi dibawah, elegan, lembut dan keseragaman

WC-Marmer

Gambar diatas merupakan instalasi kamar mandi yang menggunakan marmer dengan jaringan jelas ( dapat dipastikan sebagai marmer Calacatta) dan sedikit tampilan keseragaman. Hal ini dapat ditampilkan oleh keunikan bentuk dan detil yang batu hasilkan

Marmer diatas pada aslinya merupakan marmer paling tersohor dan banyak digunakan pada kelas-kelas eksklusif, ragam lainnya sebenarnya juga tidak kalah dengan motif dan gaya jaringan marmer karena kesesuain biaya dan selera maupun penyesuaian warna ruang interior pemilik.  Dilhat dari sudut pandang pemasangan, kedekatan batuan Italia dan Yunani ialah sumber asalnya, Keunggulan hadir saat ditempatkan di lingkungan basah . Perlu diperhatikan bahwa makin banyak corak jaringan seringkali menandakan kandungan besi yang tinggi, menyebabkan penampilan batuan berubah agak lama dari waktu ke waktu.
Tip: Apabila Anda tidak dapat menemukan Marmer Italia yang terjangkau, lantai keramik berkualitas sedang bisa cukup menawarkan tampilan serupa.
Keuntungan Marmer. Marmer mudah sekali diolah dan dipergunakan. Marmer merupakan batuan lembut yang dapat digiling, diolah, dan dibentuk, sehingga marmer memiliki banyak kegunaan dari berbagai segi. Kamar mandi diatas memiliki tembok penuh dengan irisan marmer, begitu juga pada counter dan lantainya, dan beberapa pasangan kecil coran dan pembingkai pintu.

Kelemahan Marmer. Dikarenakan batuan lembut, marmer menyerupakan penyerap yang baik. Sebagai contoh, ketika Anda mewarnai rambut Anda di kamar mandi, sisa-sisa cat pewarna rambut dapat menodai lantai kamar mandi Anda. Banyak orang memilih lantai keramik kokoh untuk melengkapi marmer ( seperti pada foto diatas) untuk alas an tersebut.

Marmer sangat mudah tergores oleh material asam, seperti lemon dan produk pembersih tertentu. Jika Anda ingin menggunakan mamer di dalam kamar madni Anda, Kami sarankan untuk menguji losion dan barang-barang mandi lainnya untuk melihat reaksi yang bisa terjadi. Dalam hal ini marmer sangat tidak dianjurkan dikomposisikan sebagai material utama kamar mandi anak-anak.

Pertimbangan Khusus. Karena marmer mengandung mineral, selalu ada risiko akan kandungan besi yang akan berubah menjadi karat pada kamar mandi Anda. Instalasi yang bagus dapat rusak ketika ada kandungan besi yang terkubur dalam kandungan marmer mengotori warna asal dari kelembaban dan embun.

Kami menyarankan tes perendaman dahulu untuk memastikan marmer yang Anda pertimbangkan dapat menyesuaikan kamar mandi. Sederhananya rendam tumpukan lantai marmer yang anda mau pilih didalam ember selama dua hari, dan kemudian keluarkan dan biarkan selama dua hari untuk mengamati perubahan yang terjadi.

Peringatan. Apabila Anda memilih lembar lantai atau pola lantai marmer kecil yang terpasang lembaran, perlu diketahui saat ada renovasi kamar mandi, 95% bagian belakang lantai butuh melekat dengan thinset (lantai coran). Thinset sering dipasang dengan adukan semen dan pasir, dan tidak semua lantai — termasuk beberapa lembar lantai marmer — dapat mencapai 95% daerah penutupan.

Maintenance. Dalam hal ini Marmer sebaiknya dilapis dengan pelapis berkualitas dan dirawat secara rutin. Hindari penggunaan pembersih kuat (tidak berbahan dasar asam) untuk menghindari pengkeroposan atau melukai pelapis marmer. Sabun, Air dan sikat nilon dapat menjadi alternative pengganti.

 

Kami selalu menyarankan lantai keramik sebagai alternative dari marmer. Banyak lantai keramik terlihat seperti marmer dan menawarkan daya tahan lebih di kamar mandi .
Selanjutnya yang harus diperhatikan. Banyak sekali ragam jenis marmer di dunia, dan ada beberapa penyupplai dengan kualitas yang kurang baik atau marmer dengan daya tahan rendah. Penambangan dan transportasi dapat berkontribusi dalam jejak karbon apabila Anda belum pernah mengetahuinya.